Sejarah/Asal Usul Valentine Day


Afternoon Guyz. .

Lagi ngapain semuanya?

Oh ya,ayo tebak,3 hari lagi bertepatan dengan hari apa?
Bagi sebagian orang tua pasti tidak tau jawabannya.Tetapi,setelah pertanyaan tersebut terdengar oleh kalangan remaja.Pastinya mereka akan spontan menjawab:

Valentine Day Woiii,cihuii,huhuiiii,#di pukulin massa.

Yah,Valentine Day,hari Kasih Sayang.Hari ini hari yang sebagian besar diketahui oleh para remaja,termasuk saya sendiri.Kira-kira apa yang menyebabkan terjadinya atau terAbadinya hari Valentine Day ini.Yuk,kita ikuti kisah asal usul terjadinya Valentine Day yang terdiri atas beberapa versi:


Sejarah/Asal Usul Valentine Day

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ3f99y-L_dEexCn3LvukQTcuAu6WRFE1djv1YzvEEFliYfH7HsgcStdF4

Perayaan hari Valentine day pada umumnya termasuk salah satu hari raya bangsa Romawi paganis(penyembah berhala),di mana penyembahan berhala adalah agama mereka semenjak lebih dari 17 abad silam.Perayaan valentine tersebut merupakan ungkapan dalam agama paganis Romawi kecintaan terhadap sesembahan mereka.

Perayaan Valentine’s Day memiliki akar sejarah berupa beberapa kisah yang turun-temurun pada bangsa Romawi dan kaum Nasrani pewaris mereka. Kisah yang paling masyhur tentang asal-muasalnya adalah bahwa bangsa Romawi dahulu meyakini bahwa Romulus (pendiri kota Roma) disusui oleh seekor serigala betina, sehingga serigala itu memberinya kekuatan fisik dan kecerdasan pikiran. Bangsa Romawi memperingati peristiwa ini pada pertengahan bulan Februari setiap tahun dengan peringatan yang megah. Di antara ritualnya adalah menyembelih seekor anjing dan kambing betina, lalu dilumurkan darahnya kepada dua pemuda yang kuat fisiknya. Kemudian keduanya mencuci darah itu dengan susu.Setelah itu dimulailah pawai besar dengan kedua pemuda tadi di depan rombongan.Keduanya membawa dua potong kulit yang mereka gunakan untuk melumuri segala sesuatu yang mereka jumpai.Para wanita Romawi sengaja menghadap kepada lumuran itu dengan senang hati,karena meyakini dengan itu mereka akan dikaruniai kesuburan dan melahirkan dengan mudah.

Berikut beberapa sejarah tentang Hari Valentin [Valentine Day] :
Sejarah 1
Menurut tarikh kalender Athena kuno,periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera
Di Roma kuno,15 Februari adalah hari raya Lupercalia,sebuah perayaan Lupercus,dewa kesuburan,yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.Sebagai ritual penyucian,para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada dewa dan kemudian setelah minum anggur,mereka akan berlari-lari di jalanan kota Roma sambil membawa potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai dijalan. Sebagian ahli sejarah mengatakan ini sebagai salah satu sebab cikal bakal hari valentine.
Sejarah 2
Menurut Ensiklopedi Katolik,nama Valentinus diduga bisa merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda yaitu dibawah ini:
* pastur di Roma
* uskup Interamna (modern Terni)
* martir di provinsi Romawi Afrika.
Hubungan antara ketiga martir ini dengan hari raya kasih sayang (valentine) tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.
Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti dari emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1836.Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine (14 Februari),di mana peti dari emas diarak dalam sebuah prosesi dan dibawa ke sebuah altar tinggi.Pada hari itu dilakukan sebuah misa yang khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.
Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santo yang asal-muasalnya tidak jelas, meragukan dan hanya berbasis pada legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-parokitertentu.
Sejarah 3
Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayaibahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kimpoi. Kepercayaan ini ditulis pada karya sastrawan Inggris Pertengahan bernama Geoffrey Chaucer. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa:
For this was sent on Seynt Valentyne’s day (Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus) Whan every foul cometh ther to choose his mate (Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya)
Pada jaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari valentine dan memanggil pasangan Valentine mereka.Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi naskah British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada jaman ini.Beberapa di antaranya bercerita bahwa:
* Sore hari sebelum santo Valentinus akan mati sebagai martir (mati syahid),ia telah menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”.
* Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka diam-diam.
Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.
Sejarah 4
Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Romapada abad ke-III. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.
Namun sayangnya keinginan ini tidak didukung.Para pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya.Hal ini membuat Claudius marah, dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.
Claudius berfikir bahwa jika pria tidak menikah, mereka akan senang hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Pasangan muda saat itu menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal. Karenanya St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.
St. Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini akhirnya diketahui oleh kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tidak menggubris dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin.
Sampai pada suatu malam, ia tertangkap basah memberkati salah satu pasangan. Pasangan tersebut berhasil melarikan diri, namun malang St. Valentine tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan dipenggal kepalanya. Bukannya dihina oleh orang-orang, St. Valentine malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya itu.Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara dimana dia ditahan.
Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta kasih itu adalah putri penjaga penjara sendiri. Sang ayah mengijinkan putrinya untuk mengunjungi St. Valentine. Tak jarang mereka berbicara lama sekali. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar alias betul.
Pada hari saat ia dipenggal alias dipancung kepalanya, yakni tanggal 14 Februari yang tidak di ketahui tahun berapa, St. Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis putri sipil penjara tadi, ia menuliskan Dengan Cinta dari Valentinemu.
Pesan itulah yang kemudian mengubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang.Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta,sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.
Jadi,dari semua asal usul atau sejarah diatas bisa disimpulkan bahwa “hari valentine memiliki latar belakang yang tidak jelas sama-sekali”, baik dari ceritanya maupun waktu terjadinya.

Dan ada lagi nich…,versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentine’s Day.Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia.Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama,dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–-nama gadis di dalam kotak.Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari,mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala.Selama upacara ini,kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma,penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani,antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor.Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I(The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998).

Kaitan Hari Kasih Sayang dengan Valentine

The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang diantaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama,Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga ia pun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).
Versi lainnya menceritakan bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir(mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan),ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipil penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”.

Jadi,dari cerita/sejarah di atas,dapat kita simpulkan bahwa:

1. Valentine’s Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan.

2.Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I.Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari,bertepatan dengan matinya St. Valentine.

3.Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.

4.Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama “hari kasih sayang”.

* * *

Nah,sudah dibaca belum??

Di hari Valentine Day ini,banyak sekali orang-orang yang mencurahkan kasih sayang mereka kepada pacar/pasangan hidup.Sebenarnya Valentine Day/Hari Kasih Sayang ini tidak harus dicurahkan kepada pacar/pasangan hidup,akan tetapi,hari Valentine Day/Hari Kasih Sayang ini dapat dicurahkan kepada siapapun.Dan menurut saya,kasih sayang kita yang pertama kali paling tepat di curahkan adalah kepada Orang Tua yang senantiasa merawat kita dengan penuh kasih sayang.
Kemudian barulah anda dapat mencurahkan kasih sayang anda terhadap pacar/pasangan hidup anda.

Nah,di hari Valentine Day ini,apakah kalian akan merayakannya?
Kalau saya sih tidak ada yang spesial,palingan saya hanya dirumah menemani orang tua saya.Terus terang saya tidak memiliki pacar(gak laku) sehingga tidak mungkin saya merayakannya bersama pacar.
Bagaimanakah Dengan Anda??

https://i2.wp.com/erit95.hexat.com/images/Posted%20by%20Erit%20Kantoni.ttf

10 Tanggapan to “Sejarah/Asal Usul Valentine Day”

  1. Gak ngerayain,,,,ingat aja gak😆
    mending maen game hd😀

  2. saya tidak merayakan.. tapi kebetulan, suka dengan suasana pink- pink nya. hehe

  3. Sama gak ngerayain, soalx agama gue (islam) jga gak nyaranin u/ mrayakanx (wlau gk trtulis dlm al-qur’an). Jdi inget slh 1 klimat ini ”jika kita ikut2an tradisi suatu golongan mka scara gk langsung kita juga mengikuti ajaran sesat mreka” (kira2 intix gitu lah). Maaf bukanx sok atau gimana. Buat tmn2 yg mrayakanx sah2 aja kok.😉
    Itu hak kbebasan msing2🙂

  4. say no to valentine!

  5. gue trpaksa ngerayain TT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: